Transmisi Teks dalam Tekstologi Al-Qur’an: Analisis Kritis dalam Perspektif Filologi dan Ulum al-Qur’an
Keywords:
Qur’anic textual criticism, stemma codicum, archetype, qirā’āt, Uthmanic rasm, sanadAbstract
Kritik tekstual dalam studi Al-Qur'an merupakan bidang interdisipliner yang menjembatani filologi dan ilmu Al-Qur'an. Konsep-konsep seperti otograf, arketipe, hiparketipe, dan stemma codicum telah lama digunakan dalam filologi Barat untuk merekonstruksi sejarah transmisi teks. Namun, penerapan konsep-konsep ini pada Al-Qur'an membutuhkan reinterpretasi epistemologis karena sifatnya yang unik sebagai wahyu ilahi yang ditransmisikan melalui tradisi lisan dan tulisan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep-konsep ini dan mengevaluasi relevansinya dalam studi tekstual Al-Qur'an dengan menggabungkan qira'at, ortografi Utsmani, rantai transmisi, dan dimensi teologis pelestarian teks. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, analitis, dan kritis berbasis pustaka yang diambil dari filologi klasik, ilmu Al-Qur'an, dan kajian kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa meskipun arketipe dan hiparketipe memiliki relevansi terbatas dalam menjelaskan distribusi manuskrip, otograf dan stemma membutuhkan rekonstruksi konseptual. Al-Qur'an menunjukkan model transmisi hibrida yang mengintegrasikan dimensi lisan, tekstual, dan komunal, menghasilkan stabilitas tekstual yang luar biasa di luar kerangka kritik tekstual klasik.