Artikel
Analisis Dhobt Terhadap Manuskrip Al-Qur’an Kuno Karya Syekh Burhanuddin di surau gadang Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman
Kata Kunci:
manuskrip Al-Qur’an, manuskrip kuno, dhobtAbstrak
Detail penulisan mushaf Al-Qur’an, seperti penggunaan rasm, qirā’āt, dan dhabt (ḍabṭ), merupakan komponen penting dalam transmisi dan pelestarian teks Al-Qur’an. Namun, kajian yang secara khusus membahas dhabt dalam manuskrip Al-Qur’an masih relatif terbatas dan belum banyak mendapat perhatian para peneliti. Padahal, sistem dhabt memiliki peran krusial dalam menjaga ketepatan bacaan, terutama dalam konteks manuskrip kuno di Nusantara. Dalam konteks lokal, kajian dhabt ini berkaitan erat dengan tradisi penulisan dan pengajaran Al-Qur’an yang berkembang di lingkungan surau. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan kajian pada manuskrip Al-Qur’an karya Syekh Burhanuddin yang berada di Ulakan, Padang Pariaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dhabt yang digunakan dalam manuskrip tersebut serta memahami signifikansinya terhadap tradisi penulisan dan pembacaan Al-Qur’an di Minangkabau. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan filologi, yang berfokus pada analisis teks manuskrip, serta didukung oleh sumber-sumber pendukung seperti buku, artikel jurnal, dan penelitian relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dhabt dalam manuskrip karya Syekh Burhanuddin pada umumnya mengikuti kaidah dhabt yang lazim dalam tradisi penulisan Al-Qur’an klasik, namun ditemukan pula variasi dan inkonsistensi pada beberapa tanda vokalisasi dan simbol bacaan. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengkaji seluruh bagian manuskrip secara lebih komprehensif guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai sistem dhabt dalam tradisi penulisan Al-Qur’an Nusantara.